Senin, 31 Agustus 2015

Pilih Mana, Cara Didik Orang Tua Zaman Dulu Apa Sekarang?

Kembali lagi ane menulis thread setelah sekian lama vakum (lebayy)... Oke sekarang ane mau mengangkat topik cara didik versi ortu jaman dulu, yang bisa dikatakan itu adalah angakatan bokap-nyokap kita (1960's - 1990's) dengan ortu jaman sekarang, angkatan kita (1990's - sekarang). Esensi dari thread ane ini adalah ingin membandingkan kedua cara didik tersebut; berikut ciri-ciri dan efeknya terhadap anak (secara positif dan negatif). Oke tanpa berlama-lama, mari kita saksikan isi thread ane ini.

1. Cara Didik Ortu Jaman Dulu (1960's - 1990's)


CIRI-CIRI


Pertama-tama izinkan ane meminta maaf jika tahun yang ane perkirakan salah, namun ini adalah perkiraan saja karena ortu ane lahir tahun 60-an, jadi ane menggeneralisasikan saja. Baik, ciri-ciri versi didik ini adalah:

1. Mendidik secara keras

Ya cara didik ortu jaman dulu cenderung keras, baik keras secara fisik maupun keras omongan/omelannya, namun orang tua jaman dulu kalo ane bilang lebih bersikap layaknya pemimpin kepada prajurit (militan).

2. Mendidik melarang ini-itu

Orang tua jaman dulu sangat protektif terhadap anak, sehingga melarang hal-hal yang tidak sesuai dengan ideologi mereka. Misalnya, si anak suka banget main gitar, namun orang tua lebih menganggap matematika 'lebih menampilkan tingkat edukasi yang baik' dibanding skill gitar makanya ortu melarang anaknya terus-menerus main gitar.

3. Mendidik cenderung memaksa kehendak

Misalnya ente ingin sekali masuk jajaran TNI. Namun, bokap ente tidak setuju sama sekali, bokap ente ingin ente jadi insinyur saja, karena taraf pendidikan insinyur 'dianggap' lebih baik daripada seorang anggota TNI.

4. Galak terhadap pacar si anak (khusunya anak perempuan)

So pasti ini jadi momok tersendiri bagi anak laki-laki pada zaman dulu. Menghadapi camer (calon mertua) bak menghadapi dosen/guru killer hahaha


EFEK POSITIF


Oke setelah ngebahas ciri-ciri selanjutnya kita masuk ke efek positif style didik ortu jaman dulu, cekidot:
1. Anak-anak lebih disiplin dan taat ortu

Dengan ajaran yang keras, anak-anak jadi disiplin dan taat orang tua. Sudah dibuktikan dengan bokap ane yang selalu taat jam belajar, jam pulang sekolah, taat beribadah pula, dll.

2. Anak-anak lebih menghargai setiap kesempatan (waktu)

Karena disiplin, anak-anak pun sangat menghargai waktu dengan mengisi dengan hal-hal berguna seperti belajar.

3. Anak-anak lebih mandiri

Anak-anak terbiasa hidup mandiri. Contohnya nyokap ane dulu takut sekali dengan nenek ane kalo mau minta ajarin matematika 3x. Diajarin 1x-2x saja sudah cukup seharusnya kata nenek ane. makanya bokap ane lebih mandiri dalam belajar, belajar sendiri sampe paham (entah paham bener apa kagak LOL).

4. Anak-anak jarang buat kesalahan, dan menyusahkan orang tua.

Karena didik dengan keras pula anak jadi takut membuat kesalahan dan menyusahkan orang tua. Ya lihat saja jika buat kesalahan satu, dimarahinnya ngeri gan 


EFEK NEGATIF


Oke sekarang apa aja sih efek negatifnya?? Mari kita lihat:
1. Anak-anak terpaksa melakukan yang diinginkan orang tua.

Ya karena pemaksaan itu sebenarnya sangat tidak baik gan, efeknya bakal melukai batin kita apalagi sejak masa kanak-kanak sudah dipaksa kasihan sekali gan. Ingatlah, hal yang dipaksakan akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik!

2. Anak-anak disakiti secara fisik

Hal ini tidak kalah menyakitkan daripada paksaan mental. Karena ortu jaman dulu menganggap pukulin anak biar kapok.

3. Anak-anak terpaksa takut ortu, udah gedenya malah dendam gak mau urus ortu

Dulu ada tetangga ane yang sekarang ini menjadi sangat membangkang terhadap ortunya padahal dulu waktu beliau kecil sangat patuh terhadap ortunya. Yang ane simpulkan mungkin beliau dendam dengan ortunya. Setelah beliau sukses dan berkeluarga, ortunya menjadi tidak dianggap.


2. Cara Didik Ortu Jaman Sekarang (1990's - sekarang)


CIRI-CIRI


Oke kita masuk ke cara didik ortu jaman modern ini, ciri-cirinya adalah:
1. Minoritas masih keras, kebanyakan yang menengah (tidak terlalu keras tidak terlalu lembut pula), ada juga yang woles.

Gaya didik ortu jaman sekarang cenderung tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut, yang penting si anak bisa menempatkan diri dengan baik. Contohnya ane boleh aja pulang malem pas SMA asal dengan teman-teman yang jelas (ortu ane juga kenal temen-temen ane). Tapi ada juga yang woles sama-sekali, kayak bokap temen ane udah umur 40an, tapi masih suka nge-beer haha. Bahkan bareng anaknya juga pernah kata temen ane itu hahaha.

2. Lebih berorientasi kepada bakat anak

Matematika sekarang ini bukan lagi tolak ukur anak pintar atau bodoh. Namun, secara real ortu sekarang fokus juga kepada kegiatan ekstrakurikuler anak, misalnya les gitar, les dance, les nyanyi, les futsal, dll. Intinya, apakah ente yakin gak Cristiano Ronaldo jago ngulik gitar lebih daripada Slash? Sebalinya apakah Slash jago gocek bola lebih daripada CR? Tentu tidak, karena semua orang punya bakat masing-masing inilah yang orang tua jaman sekarang mulai eksplor.

3. Memfasilitasi anak dengan berbagai teknologi

Orang tua jaman sekarang memfasilitasi dengan berbagai teknologi dengan harapan si anak bisa bertumbuh dengan baik melalui teknologi tersebut. Lagipula, pikir mereka, bukankah teknologi diciptakan untuk membantu? Namun benarkah begitu adanya??

4. Rata-rata baik dengan pacar si anak

Udah ngerti lah gan.....


EFEK POSITIF


Nah efek positifnya apa aja?
1. Anak-anak lebih kreatif

Dengan sokongan orang tua terhadap bakat anak, anak-anak pun tumbuh dengan lebih kreatif.

2. Anak-anak diberi kebebasan untuk mengatur tujuan dirinya

Tujuan itu pasti dimiliki setiap orang. Orang tua jaman sekarang lebih fleksibel dan tidak terpaku tujuan dirinya sendiri. Oleh karena itu tidak ada pemaksaan kehendak lagi saat anaknya misalnya ingin melanjutkan kuliah di tempat yang diinginkannya. Namun, ortu juga tidak serta-merta lepas tanggung jawab, namun tetap harus mempertimbangkan keputusan anaknya apakah baik atau tidak.

3. Anak-anak lebih dekat dengan orang tua

Relatif sih tapi ini yang ane rasakan sendiri. Ane dekat dengan kedua ortu ane sering sekali ane ngobrol dengan mereka seperti ngobrol kepada teman. Ngobrol mengenai banyak hal, seperti cewek, kuliah, kerja, politik, dll.


EFEK NEGATIF


Dan inilah efek negatifnya:
1. Melahirkan generasi anak manja

Sudah terbiasa banyak fasilitas dan dilayani, anak-anak sekarang jadi pada manja gan.

2. Melahirkan generasi anak 'autis' gadget

Ane rasa agan sudah ngerti akan fenomena ini.....

3. Anak lebih suka membangkang ortu dan kurang hormat ortu

Karena tidak dididik dengan tegas bisa membuat anak jadi suka membangkang gan.


Kesimpulan yang ane mau bagikan ke agan-agan adalah:
1. cara didik ortu jaman dulu lebih membuat anak menjadi pintar namun kurang kreatif karena anak cenderung dipaksakan.
2. cara didik ortu jaman sekarang membuat anak lebih kreatif bahkan saking kreatifnya bisa menjadi hal negatif, seperti asal coret dengan pilox di dinding tetangga misalnya. Ya kreatif namun tidak pintar.


Apapun cara didiknya seorang orang tua yang notabene manusia pasti selalu ada kekurangan untuk mengajari anaknya karena orang tua itu masih manusia. Namun, yang penting dilakukan setiap orang tua adalah mendidik anaknya sehingga menjadi generasi yang unggul, baik dari segi IQ, EQ, dan SQ nya. Terima kasih buat agan-agan semua yang telah membaca dan komentar di thread ane ini.

Oh ya sebagai kaskuser yang baik ane tidak lupa mencantumkan sumber:
1. Sumber kata-kata--> terinspirasi dari cerita ortu ane, om ane, teman-teman ane, dan ane sendiri
2. Sumber gambar, ya baru dari sang maestro Maestro Google

1 komentar: