Rabu, 29 Mei 2013

5 Aksi Pelajar Gagal Lulus UN sampai Bunuh Biri

Ujian Nasional (UN) menjadi momok menakutkan bagi pelajar. Hal ini karena UN sebagai tolok ukur keberhasilan siswa selama menjalankan proses belajar selama di sekolah.

Saking beratnya tekanan bagi siswa, bahkan ada siswi yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Alasannya, takut tak lulus UN.

Setelah pengumuman hasil UN seluruh Indonesia pada hari Jumat (24/5) lalu, sebagian besar siswa SMA/sederajat lulus. Namun, ada beberapa siswa yang harus ditunda kelulusannya karena hasil UN yang diperolehnya tidak memenuhi standar.

Berbagai aksi dilakukan pelajar tak lulus UN ini untuk melampiaskan kekecewaannya.

Berikut 5 aksi pelajar setelah gagal lulus UN,dikutip dari Merdeka:

1. Rusak ruang kepala sekolah

[lihat.co.id] - Bongga yang merupakan siswa kelas 3 IPS 1 SMA Kristen Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dinyatakan tidak lulus UN. Kesal dengan pengumuman yang disampaikan pihak sekolah itu, Bongga langsung melempari kaca ruang kepala sekolah hingga pecah.

"Nilai rata-rata UN yang diperoleh Bongga hanya 5,3 sedangkan nilai standar kelulusan UN 5,5," ujar Kepala Sekolah SMA Kristen Makale, Tipa.

2. Bunuh diri di Kali Cisadane

[lihat.co.id] - Seorang siswa SMA di Tangerang, Banten nekat melompat ke Kali Cisadane untuk bunuh diri. Dia diduga melakukan tindakan itu karena kecewa tak lulus dalam Ujian Nasional.

Dia melakukan hal bodoh itu di depan teman-temannya saat pulang dari sekolah.

3. Adik siswa melempar sekolah

[lihat.co.id] - An (14), siswa SMPN 4 Baubau, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi karena diduga melempar atap SMAN 2 Baubau setelah mengetahui kakak kandungnya tidak lulus ujian nasional yang diumumkan, Jumat (24/5)

"Saya lempar atap sekolah karena kakakku tidak lulus, kasihan, padahal dia (kakak) orangnya pintar, rajin belajar, dan rajin sekolah," tutur An.

4. Wairo dan Sugiano ngamuk di sekolah

[lihat.co.id] - Wairo Samsuri dan Sugiano, dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) di Kelurahan Bandar Ratu Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, melampiaskan amarahnya dengan cara memukul kaca sekolahnya sampai pecah.

Kepala Sekolah MAN Medi Hartono mengatakan, sejak awal pihaknya telah memprediksi akan terjadi tindakan seperti itu. "Sebelumnya siswa yang kami curigai tidak lulus Ujian Nasional pernah kami tanyai, dan memang mereka tidak terima jika tidak lulus," kata Medi di Bengkulu, Jumat (24/5).

5. Siswa pintar di Gorontalo ngamuk

[lihat.co.id] - Setelah mengetahui dirinya tidak lulus dalam Ujian Nasional, seorang siswa SMA 1 Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengamuk.

Siswa yang mengamuk tersebut adalah Henkryanto Antea, anak dari pasangan Suleman Ante dan Khadijah Maele, warga Desa Bilungala Utara, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango.

Berdasarkan penuturan dari pihak keluarga, siswa tersebut tergolong pintar karena selama sekolah nilai yang diperolehnya tidak pernah mengecewakan. Namun, sangat disayangkan ketika pengumuman kelulusan pada Sabtu (25/5), Henkryanto Antea dinyatakan tidak lulus dan hal itu membuat dirinya kecewa.

Mengetahui dirinya tidak lulus, Henkryanto Antea mengamuk dan meninju kaca jendela pada salah satu bagian bangunan SMA 1 Bonepantai. Akibatnya, tangan kanannya nyaris terpotong dan terancam kehabisan darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar